Sat Reskrim Polres OKU Timur Sita 75 Jerigen BBM


Senin, 19 Maret 2012 18:30

-Diduga pelaku melakukan penimbunan-

MARTAPURA-OKUT, BeritAnda – Usaha keras jajaran Polres OKU Timur (OKUT) dalam mencegah aksi penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang mulai diberlakukan 1 April mendatang, lagi-lagi membuahkan hasil gemilang.

Sebanyak 75 jerigen BBM jenis Premium dan Solar berhasil disita anggota Satuan Reserse dan kriminal (Satreskim) Polres OKU Timur dari pelaku Supriadi (42) warga Desa Bangun Harjo Kecamatan Buay Madang Timur dan Marsudi (42) warga Desa Rejo Dadi masih satu Kecamatan yang sama.

Penangkapan kedua pelaku dipimpin oleh Kasat Reskrim OKU Timur, AKP Janton Silaban pada Minggu (18/3/2012) sekitar pukul 14.00 wib di rumah tersangka Supriadi. Ditempat tersebut, polisi berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) berupa 54 jerigen berisi BBM terdiri dari 41 jerigen berisi bensin dan 13 jerigen berisi solar. Sedangkan dari rumah tersangka Marsudi polisi berhasil menyita BB berupa 21 jerigen berisikan minyak bensin.

Kapolres OKU Timur, AKBP Kristiyono melalui Kasat Reskrim AKP Janton Silaban, Senin (19/3/2012) kepada BeritAnda.com mengatakan, terungkapnya kasus tersebut  berkat informasi masyarakat. “Berdasarkan informasi itu, anggota Sat Reskrim langsung ke sasaran dan melakukan penyelidikan. Akhirnya,kedua pelaku itu diringkus dan digelandang ke Mapolres OKU Timur.”

Lanjut Janton, BBM yang disita dari kedua pelaku disimpan dalam rumah pelaku dan rencananya akan dijual kembali kepada masyarakat dengan cara eceran.”Kita masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini karena menurut pelaku Supriadi berasal dari seseorang berinsial Ad, warga Desa Rasuan dan pelaku Marsudi mengaku mendapat pasokan BBM dari seseorang berinisial Yt,” ujarnya.

Mengejar para pelaku lainnya yang saat ini kabur, kata Janton, pihaknya sekarang masih terus melakukan pengembangan untuk meringkus Ad dan Yt , pelaku pemasok BBM itu .”Sekarang kita terus memperketat pemantauan terhadap kegiatan pendistribusian BBM menjelang kenaikan harga BBM demi mencegah aksi penimbunan,” terangnya.

Ditegaskan kasat reskrim, kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 53 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas dengan ancaman tiga hingga enam tahun penjara. Namun kedua pelaku tidak bisa ditahan karena harus menunggu keterangan saksi ahli dari Pertamina. “Sejauh ini berdasarkan hasil pemeriksaan kedua pelaku tidak memiliki surat izin,” jelasnya.

Sedangkan pelaku Supriadi kepada polisi yang memeriksanya mengaku untuk bensin dibelinya dengan harga Rp7300 perliter dan dijual kembali dengan harga Rp3500 perliter. Sementara solar dibeli dengan harga Rp6300 perliter dan dijual lagi kepada masyarakat dengan harga Rp6500 perliter.

“Saya mendapat minyak dari Ad yang berasal dari Rasuan, minyak itu akan saya jual kembali lumayan pak dapat untung sedikit-sedikit,” kata pelaku Supriadi kepada polisi yang memeriksanya. Sementara tersangka Marsudi juga mengakui di hadapan petugas penyidik, dirinya sudah satu tahun menjalani profesi sebagai penjual BBM eceran.  (Yanto)

About these ads

Pembaca blog Jurnal Batumarta OKU Timur yang terhormat, jika menurut kalian berita yang kami sajikan bermanfaat di share di Facebook atau Twitter ya, jangan lupa tuliskan komentar nya juga atau ingin mengucapkan sesuatu pada kami? mungkin pertanyaan, kritik, saran, sharing informasi atau berita apa saja? silahkan isi form komentar di bawah ini. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s