Kota Terpadu Mandiri


Desember 9, 2008 oleh batumarta6

udara-jlnDulu waktu aku masih belum dewasa pernah mendengar ucapan ” Mangan Ra Mangan Kumpul ” dan waktu itu pula juga yang menjadikan orang Ndesoku batal untuk pergi Transmigrasi

Pada pemikiran tertentu ketakutan untuk mengambil resiko yang besar banyak menghantui pikiran kita , salah satu contoh keberanian untuk berangkat transmigrasi juga merupakan keberanian untuk mengambil resiko yang tinggi, dimana pada jaman itu tentu sangat beda pandang dengan hari ini , dimana masa itu komunikasi, transportasi belum cukup mendukung.
Ketakutan untuk kehilangan famili ketika bepergian saat merantau,ataupun transmigrasi masih merupakan momok yang paling di takuti.
Keberanian untuk menjadi lebih maju pada waktu itu juga dinilai sebuah kenekatan yang kadang dimaknai sebagai frustasi karena keadaan.
Pada awalnya tidak sedikit orang yang pergi transmigrasi karena sebuah kenekatan walaupun ada sebagian orang yang memang sangat memperhatikan dan memperhitungkan sekali kepergiannya.
udara-btPerjalanan proses yang cukup panjang pada akhirnya akan menuai kenikmatan itu juga ungkapan seseorang yang pernah aku dengar tanpa ku ingat siapa yang mengucapkannya, tapi itu terbukti pada perkembangan waktu sebuah pedesaan di daerah transmigrasi adalah pandangan hidup yang seperti kembali di beberapa tahun silam, rumah kayu, jalan tanah, tidak ada listrik, pasar tradisional, tanpa angkutan yang memadai, ditepian hutan, banyak hewan buas, tak ada sekolah dll.
Tapi mari kita lihati dengan cermat, beberapa desa yang banyak saya kunjungi di daerah transmigrasi, khususnya di Kalimantan dan Sumatra keadaan yang terpampang ternyata mampu menepis cara pandang yang saya paparkan diatas.
Memang pada waktu yang lalu desa tersebut bisa dibilang 5 th tertinggal dari desa yang lain, saat itu rumah kayu, jauh jalan raya ,dan memang tidak dipungkiri pada awalnya, tidak ada listrik  tapi itupun di daerah yang bukan trans juga banyak yang juga belum memiliki jaringan listrik .
Tapi perkembangan yang di ikuti ketekunan, keuletan serta kesabaran yang penuh dari para transmigran kini telah berbuah hasil.
satu contoh disebuah desa sebut saja Batu Marta yang secara geografis terletak di antara tengah – tenganya Martapura dan Baturaja.

Yang terlihat disana adalah kemajuan yang luar biasa, jalan sudah halus, sarana pendidikan tersedia, transportasi yang cukup mendukung yang sudah barang tentu semua tersebut terselenggara karena kemampuan secara ekonomi mereka bagus .

Dimana ketika tingkat ekonomi rakyat yang baik tentu akan berimbas pada meningkatnya tatanan sosial, walau memang tidak kita pungkiri kenaikan tingkat tersebut haruslah di ikuti sumberdaya yang cukup mendukung ,karena ada juga orang yang karena duitnya banyak lantas membelikan barang barang yang sebenarnya belum cukup laik untuk di gunakan atau belum cukup penting untuk di belanjakan, atau membuat masyarakat yang cenderung Konsumtif.
Fenomena yang kebablasan memang ada juga tapi toh tidak akan menggangu dan bukan merupakan kendala yang berarti dalam membangun dan memajukan Desa bahkan apabila dikelola oleh pemimpin yang bijaksana akan mempermudah memanagement hal tersebut menjadi lebih bermanfaat untuk kemajuan Desa tersebut.

Sebuah desa ditransmigrasi kini bukan merupakan desa yang ketingalan dan seterusnya tapi justru desa yang mencerminkan kekayaan budaya indonesia dan keragaman yang akhirnya tidak saling mendominasi.
Rasa sesama perantau, yang jauh dari kampung halamanya, dan juga berasal dari daerah yang berbeda beda akhirnya menciptakan keragaman budaya yang baru yang saling melengkapi dan menjunjung nasionalisme, walau mungkin terlahir dengan didasari banyak alasan, tapi yang penting Ndesone aman ( Desanya aman ).
Dari hal tersebut kita mestinya dapat menarik beberapa kesimpulan yang mungkin akan berarti dalam membangun Ndeso

Mari membangun Desa Menuju Kemandirian hingga terwujut Kota Terpadu Mandiri dengan konsep pengelolaan dan pengembangan sumberdaya masyarakat daerah dan potensi sumberdaya alam yang di dasari pengetahuan dan tehnologi yang memadai.

Berangkat dari keinginan kuat dari masyarakat tentu akan mempercepat perkembangan akan majunya suatu daerah, dengan memaksimalkan semua sumberdaya yang ada tentu akan mewujudkan kemajuan yang kokoh dan betul betul mandiri.

Batumarta VI adalah contoh kecil Desa indonesia yang memiliki potensi untuk menjadi Kota Terpadu Mandiri

Jadi Kenapa tak segera kita wujudkan Kemandirian dengan ketangguhan Masyarakatnyan…?

Kalo Tidak dimulai sekarang Kapan lagi………………..?

Buka wacana pandanglah Batumarta dari negeri sebelah maka nampak selaksa potensi yang musti di gali, bangkit berdiri  membangun Desa

Batumarta VI di tulis  dan dibaca dari batumarta6

One thought on “Kota Terpadu Mandiri

Pembaca blog Jurnal Batumarta OKU Timur yang terhormat, jika menurut kalian berita yang kami sajikan bermanfaat di share di Facebook atau Twitter ya, jangan lupa tuliskan komentar nya juga atau ingin mengucapkan sesuatu pada kami? mungkin pertanyaan, kritik, saran, sharing informasi atau berita apa saja? silahkan isi form komentar di bawah ini. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s