Ini Empat Gaya Mencari Kerja


kerja.jpgSaat mencari kerja, pastikan semua orang yang Anda kenal mengetahui rencana Anda melamar. Ini bisa  membuka peluang Anda untuk direkomendasikan. Lantas seperti apa gaya dan strategi Anda mencari kerja? Boleh jadi Anda termasuk satu dari empat gaya pencari kerja ini.
1. The Doer.
Ketimbang membuang waktu untuk berpikir panjang atau sharing dengan orang lain, The Doer lebih senang memulai langkahnya dengan tindakan. Sifat yang gemar berkompetisi membuat Anda bersahabat baik dengan target dan tekanan. Kalau ada yang bilang tidak, Anda akan terus berjuang sampai “titik darah penghabisan” atau kata lainnya, anti ditolak.
Strategi mencari kerja: 
Kemampuan berkomunikasi membuat Anda mudah menjaring relasi dan memperluas networking. Cobalah untuk mencari informasi lewat kerabat tentang posisi lowong di perusahaan atau kesempatan mengembangkan karier di tempat lain. Sharing soal pekerjaan dengan orang lain baik rekan satu level atau senior bisa menambah wawasan. Kebiasaan Anda gemar melakukan pekerjaan secara one man show kadang membuat lupa untuk mendengarkan saran mereka.
Cenderung tidak sabar dalam mencari kerja. Proaktif bertanya tentang kelanjutan setelah wawancara pada perusahaan boleh saja kok, asal jangan terlalu agresif. Cari kesempatan di tempat lain dibanding hanya menunggu yang itu-itu saja.
2. The Preparer.
Soal mengatur waktu atau pekerjaan, tipe ini jagoannya. Senang merencanakan segala hal sebelum melakukannya demi mengurangi risiko. Cenderung tidak senang bila ada hal yang terjadi tanpa rencana. Merasa nyaman dengan rutinitas, tidak suka show up, dan senang dimintai bantuan sebagai wujud eksistensi.
Strategi mencari kerja:
Sikap menerima penolakan, pasrah, dan memiliki mencari pekerjaan lain tak selamanya baik. Tunjukkan antusiasme dengan lebih agresif dalam melakukan self marketing. Jangan ragu untuk “membeberkan” kemampuan lewat CV dan saat wawancara.
Senang menjadi pendengar dan tempat curhat membuat Anda sering merasa “tidak enakan”. Belajarlah untuk berkata tidak bila memang tak sanggup daripada menyusahkan diri sendiri. Lebih memilih untuk mengejar lowongan yang ada di depan mata padahal masih banyak kesempatan yang bisa Anda cari, misalnya lewat kerabat. Kuatkan networking dan manfaatkan mereka untuk mengembangkan karier.
Mudah hanyut dalam zona nyaman? Hati-hati, ini bisa menghambat Anda untuk mendapat pekerjaan yang lebih baik.
3. The Energizer.
Selalu tampak antusias dalam segala kondisi, terutama dalam melakukan apa yang sesuai dengan passion. Walau sebenarnya merasa lelah dan butuh bantuan. Tak terlalu pandai dalam berencana namun semangat membuat ia yakin dalam meraih sesuatu. Mudah bergaul, menikmati berbagai macam pekerjaan, dan mudah beradaptasi.
Strategi mencari kerja:
Semangat yang tinggi membuat Anda tak ingin melewatkan kesempatan yang ada. Namun, ini bisa menghabiskan energi bila harus wawancara namun ternyata pekerjaan itu tak sesuai keinginan. Sebaiknya pilih pekerjaan yang memang sesuai dengan passion dan kemampuan diri. Saking kreatif, Anda kerap berkreasi sendiri dalam mendesain resume. Tapi jangan lupa untuk membuatnya tetap terlihat profesional.
Tipe ini terbilang tidak terlalu lihai dalam me-manage sesuatu, baik waktu, pekerjaan, atau uang. Selain itu cenderung ceroboh. Untuk mengatasi hal ini siapkan buku catatan, pengingat di ponsel, atau membuat arsip di laprop bisa membantu dalam mengatur jadwal interview, balasan e-mail dari calon perusahaan, atau aktivitas lain.
4. The Thinker.
Apa yang dilakukan harus sesuai logika, termasuk dalam mencari kerja. Mengikuti rules yang ada dan enggan mencoba cara-cara baru yang belum terbukti efektif. Bisa dibilang cukup perfeksionis, hanya memilih pekerjaan yang mereka suka.
Strategi mencari kerja:
Tidak salah kok untuk percaya pada perasaan. Walau pekerjaan itu bukan biadang yang digeluti tapi hati Anda yakin bisa beradaptasi, cobalah gunakan kesempatan. Kalau tak pernah mencoba Anda takkan pernah tahu bukan?
Punya kemampuan yang baik dalam membuat resume dan CV. Siapkan sebaik mungkin karena bisa menjadi kunci sukses dalam mencari kerja. Metode mencari kerja seperti mengirim lamaran melalui e-mail atau pos lalu menunggu jawaban masih menjadi andalan. Walau perusahaan minta Anda menunggu, sedikit agresif dengan mengontak bagian HRD bersangkutan bisa membuat Anda terlihat lebih antusias.

Sumber : Kompas.com

Pembaca blog Jurnal Batumarta OKU Timur yang terhormat, jika menurut kalian berita yang kami sajikan bermanfaat di share di Facebook atau Twitter ya, jangan lupa tuliskan komentar nya juga atau ingin mengucapkan sesuatu pada kami? mungkin pertanyaan, kritik, saran, sharing informasi atau berita apa saja? silahkan isi form komentar di bawah ini. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s