Kelistrikan Jawa-Bali dan Sumatera Akan Saling Terhubung


Minggu, 08 April 2012 | 18:52

Listrik Jawa-Bali dan Sumatera Akan Saling Terhubung

Dua petugas PLN memperbaiki jaringan PLN yang mengalami gangguan


Jakarta, InfoPublik – PT Perusahan Listrik Negara (PLN) Persero berkomitmen akan menghubungkan sistem kelistrikan Jawa-Bali dan Sumatera dalam satu jaringan interkoneksi.

“Hal ini cukup memungkinkan untuk segera terealisasi sebab kini PLN sedang mengembangkan proyek interkoneksi Sumatera – Jawa melalui sistem transmisi kelistrikan yang disebut teknologi tegangan tinggi arus searah (High Voltage Direct Current/HVDC),” kata     Manajer Senior Komunikasi Korporat, Bambang Dwiyanto dalam siaran pers, di Jakarta, Minggu, (8/4).

Bambang menekankan pada bulan April 2012 ini, PLN akan mulai menawarkan tender pembangunan proyek interkoneksi Sumatera – Jawa kepada para kontraktor yang berpengalaman mengerjakan proyek-proyek kelistrikan.

Proyek ini, menuru dia,  direncanakan mulai dibangun pada tahun 2013 dan ditargetkan beroperasi pada 2017. Proyek ini akan menyalurkan energi dari sejumlah pembangkit yang ada di Sumatera Selatan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera maupun Jawa-Bali.

Sistim interkoneksi yang akan dibangun, katanya dirancang untuk mampu menyalurkan daya sebesar 3.000 MW dari Sumatera ke Jawa-Bali maupun sebaliknya.

“Saat ini juga sedang dirintis pembangunan PLTU Mulut Tambang batubara berkalori rendah dengan kapasitas total 3.000 MW di kawasan pertambangan batubara Sumatera Selatan,” ujarnya.

“Sumatera Selatan merupakan provinsi yang menjadi lumbung energi karena memiliki cadangan minyak, gas dan batubara dalam jumlah besar termasuk batubara berkalori rendah,” ucapnya.

Sesuai skala ekonomi, energi listrik di Jawa-Bali (beban lebih dari 20.000 MW) akan lebih efisien dari pada Sumatera ( beban di bawah 5.000 MW). Penggabungan keduanya, kata dia, akan berakibat pada penggunaan energi murah, dengan skala ekonomi yang lebih efisien. Hal ini juga dimaksud untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Sumatera dan Jawa-Bali yang di masa mendatang akan terus meningkat seiring dengan semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi di kedua pulau tersebut.

Proyek interkoneksi Sumatera-Jawa ini, menurutnya, akan terdiri dari stasiun pengubah listrik AC menjadi DC (stasiun konverter) di Muara Enim dan listrik DC akan diubah kembali menjadi listrik AC (stasiun inverter) di Bogor. Lingkup proyek transmisi sejauh kurang lebih 700 km itu akan meliputi pekerjaan, mencakup stasiun konverter/inverter di Kabupaten Muara Enim (Sumatera Selatan) dan Kabupaten Bogor (Jawa Barat), saluran transmisi kabel bawah laut 500 kV DC sepanjang 40 km dari Ketapang (Lampung) – Salira (Banten), yang melintasi Selat Sunda.

Cakupan lainnya yakni saluran transmisi udara 500 kV DC dari Muara Enim (Sumatera Selatan) ke Ketapang (Lampung) dan  Salira (Banten)  ke Bogor (Jawa Barat).

Pekerjaan lainnya yang termasuk kategori ini yakni saluran transmisi udara 500 kV AC dari stasiun konverter Muara Enim (Sumatera Selatan) ke PLTU Mulut Tambang dan dari stasiun inverter Bogor (Jawa Barat) ke Sistem Transmisi 500 kV Jawa – Bali, dan saluran transmisi udara 275 kV AC dari stasiun konverter Muara Enim (Sumatera Selatan) ke sistem transmisi 275 kV Sumatera.

Rute yang akan dilewati proyek pembangunan interkoneksi Sumatera – Jawa adalah di wilayah  Sumatera diantaranya Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten OKU Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir di Provinsi Sumatera Selatan. Di Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Selatan.

Sedangkan untuk  Jawa akan melewati Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak di Provinsi Banten serta Kabupaten Bogor di Provinsi  Jawa Barat.

Nilai investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera – Jawa ini diperkirakan mencapai sekitar Rp20 triliun dan sumber dana pembangunan proyek sebagian besar berasal dari Loan JICA (Japan International Cooperation Agency) dan dana pendamping dari anggaran PLN. Dalam kegiatan enjiniring dan supervisi konstruksi PLN dibantu konsultan konsorsium  Newjec Inc, J-Power, Connusa Energindo dan Kwarsa Hexagon.

PLN saat ini sedang mengurus perizinan untuk pembebasan lahan di Sumatera Selatan, Lampung, Banten dan Jawa Barat. Diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat dapat mendukung demi kelancaran pembangunan interkoneksi Sumatera-Jawa ini. Dokumen AMDAL proyek HVDC interkoneksi Sumatera – Jawa ini telah disetujui oleh KLH  No: 461 Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009.(rm)

Sumber :  Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik

Berita Terkait :

Pembangkit Listrik Tenaga Aki SAVE POWER ONE otomatis charge, Solusi Buat Anda ketika mengalami pemadaman listrik berkala Hemat Biaya tanpa Bensin dan tidak Berisik, tinggal colok dalam instalasi listrik rumah tanpa menurunkan NCB Meteran

PLN tenderkan proyek interkoneksi Sumatera-Jawa

Tower Tranmisi 165 PT PLN Roboh

Mati Lampu

 

Pembaca blog Jurnal Batumarta OKU Timur yang terhormat, jika menurut kalian berita yang kami sajikan bermanfaat di share di Facebook atau Twitter ya, jangan lupa tuliskan komentar nya juga atau ingin mengucapkan sesuatu pada kami? mungkin pertanyaan, kritik, saran, sharing informasi atau berita apa saja? silahkan isi form komentar di bawah ini. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s