Trik Menggapai Lailatul Qadar ala Rasulullah


Ada beberapa hal yang mungkin bisa membantu kita untuk menggapai Lailatul Qadar, hal pertama yang harus kita lakukan adalah menyiapkan hati dengan sempurna. karena, jika hati terbuka, kita akan merasa sangat mudah untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Sebaliknya, jika hati tertutup, kita akan merasa sangat berat dan malas untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

Hati adalah pusat segala sesuatu. Jika ia bersih, hidup pun akan bersih. dan jika kotor, hidup pun akan kotor. salah satu bentuk menyiapkan hati yang dilakukan oleh Rasulullah adalah, jika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, beliau tidak menggauli istrinya, menghidupkan malam, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah, sebagaimana yang di tuturkan oleh Aisyah :”Rasulullah saw. bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir dengan kesungguhan yang tidak beliau lakukan pada malam-malam ynag lain.” (HR.Bukhari Muslim). Keterangan ini menunjukkan kepada kita bahwa pada sepuluh hari terakhir, nabi akn melakukan ibadah dengan lebih sungguh-sungguh. beliau akan menjauhi segala hal yang dapat mengurangi keseriusan dalam beribadah. hal tersebut sekaligus memberikan pelajaran kepada kita bahwa beliau ingin bercengkerama bersama Allah dengan lebih intensif. Allah adalah satu-satu-Nya Zat yang harus diberikan rasa cunta lebih besar dari apapun, termasuk orang dan barang yang paling kita cintai.

Selain itu, dalm persiapan hari ini, ingatan beliau seolah-olah dikembalikan pada waktu beliau sedang ber tahannuts (menyendiri) di gua Hira untuk mencari petunjuk hidup. ketika itu, beliau gelisah melihat segala bentuk kehidupan yang sudah rusak(jahiliyah). namun di tengah kegelisahan tersebut Allah akhirnya menurunkan malaikat Jibril kepada beliau dengan membawa wahyu. wahyu itulah kelak akan menjadi penerang hidup beliau dan umat manusia untuk melangkah di dalam hidup ini. Hal ini memberikan gambaran kepada kita tentang peranan wahyu yang harus menadi petunjuk dalm hidup kita. ketika i’tikaf kita harus benar-benar mendpatkan petunjuk bagi langkah hidup kita. karena makna agung yang harus kita dapatkan dari Lailatul Qadar- yang salah satu wasilahnya kita cari melalui i’tikaf-adalah perubahan hidup yang lebih baik. oleh karena itu, Allah menerangkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan dan orang yang mendaptkannya akan mendapatkan kesejahteraan dalam hidup.

hal yang kedua yang harus kita lakukan untuk menggapai Lailatul Qadar seperti Rasulullah adalah dengan memperbanyak doa, zikir, dan istighfar. Ada beberapa waktu yang dijamin oleh Allah bahwa segala doa kita akan diterima oleh-Nya. Di antara waktu tersebut adalah ketika berbuka dan sepertiga malam. Dan pada bulan Ramadhan, dua waktu tersebut telah disediakan oleh Allah dengan luas. karena, pada bulan Ramadhan, kita pasti akan buka puasa dan (mungkin) shalat malam (tarawih/tahajud) setiap hari. Dengan demikian, peluang doa kita untuk diterima oleh Allah akan menajdi lebih besar.

Jika doa memiliki peluang lebih besar untuk  di terima oleh Allah, kita pun akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan Lailatul Qadar. karena, doa yang senantiasa kita panjatkan pada waktu-waktuijabah (dikabulkan) menunjukkan kesungguhan kita untuk beribadah kepada Allah. dan, salah satu jawaban Allah terhadap doa tersebut adalah dengan memberikan berkah Lailatul Qadar.

karena waktu Lailatul Qadar tidak bisa kita ketahui dengan pasti, doa terus kita panjatkan kepada Allah setiap hari- terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. jika kita terus berdoa dengan sungguh-sungguh dan sesering mungkin, peluang kita untuk mendapatkan Lailatul Qadar akan semakin besar. !!!!!

Pembaca blog Jurnal Batumarta OKU Timur yang terhormat, jika menurut kalian berita yang kami sajikan bermanfaat di share di Facebook atau Twitter ya, jangan lupa tuliskan komentar nya juga atau ingin mengucapkan sesuatu pada kami? mungkin pertanyaan, kritik, saran, sharing informasi atau berita apa saja? silahkan isi form komentar di bawah ini. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s